salam tazkir

" tidak ada yang bahaya bagi iman melainkan cinta kepada dunia dan tidak ada bahaya bagi hati melainkan tertarik kepada hiasan dunia. Maka, apabila hati telah hancur, apalagi yang akan dibanggakan oleh seseorang di hadapan Allah kelak?" -Imam Ahmad Bin Hanbal-

Wednesday, October 17, 2012

membutuh walau secebis semangat


membutuh semangat dari dinding-dinding muka buku
apa kau fikir ia ada di situ?

ya, mungkin kerna minda mengatakan meluah di situ tidak setolol meluah di dinding batu yang kaku


jika ku kata ia hampir sama?

tidak pula ku maksudkan setiap pengaduan harus di tikar sembahyang, harus bersama kain sembahyang

Tuhan sentiasa ada untuk kita
semangat yang kita butuh dan pinta-pinta itu, milikNya

sekuat mana kau melaung di dinding muka buku,
atau di blog harianmu,
Tuhan membaca setiap gerak laku
setia menanti,
kalau-kalau ada doa yang benar-benar ingin diberi kabul

tapi ia seolah sia
masih terus menerus menaip kata di ruang komen tontonan ramai
hatinya bukan mengharap Tuhan
tapi mengharap insan

kau bukan setolol itu mengharap doa membutuh semangat dikabuli
dari dinding muka buku
walhal sebenarnya engkau sendiri tahu

di antara kau dan Sang Pengabul doa, 
bisa ada komunikasi tanpa perlu dinding muka buku sebagai pengantara


malah, pintaanmu lebih dekat untuk DIA dengari.

Lalu mengapa dipilih jalan yang jauh demi membutuh sebuah semangat yang kian sirna...??



~ Ana Imtiyaz (171012)
kamar seni, Bayt Aflah~

Saturday, October 6, 2012

Syair sang sufi~

Syair Cinta Rabiatul Adawiyah yang menggetarkan hati dari seorang perempuan sufi :



Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cintaMu
Hingga tak ada sesuatupun yang menggangguku dalam jumpaMu

Tuhanku, bintang-gemintang berkelap-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu-pintu istana pun telah rapat tertutup

Tuhanku, demikian malampun berlalu
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku Kau Terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemahakuasaanMu
Inilah yang akan selalu ku lakukan
Selama Kau beri aku kehidupan
Demi kemanusiaanMu,
Andai Kau Usir aku dari pintuMu
Aku tak akan pergi berlalu
Kerana cintaku padaMu sepenuh kalbu

Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Kurniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuhMu
Dan apa pun yang akan Engkau
Kurniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu
Kerana Engkau sendiri, cukuplah bagiku

Aku mengabdi kepada Tuhan
Bukan kerana takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk Syurga
Tetapi aku mengabdi,
Kerana cintaku padaNya

Ya Allah, jika aku menyembahMu
Kerana takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembahMu
Kerana mengharap Syurga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembahMu
Demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu
Yang abadi padaku

Ya Allah
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
Kesenangan-kesenangan
Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau
Dan di akhirat nanti, diantara segala kesenangan
Adalah untuk berjumpa denganMu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakan
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau Kehendaki

Aku mencintaiMu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diriMu
Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingatMu
Cinta karena diriMu, adalah keadaanMu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini mahupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
BagiMu pujian untuk semua itu

Buah hatiku, hanya Engkau yang kukasihi
Beri ampunlah pembuat dosa yang datang kehadiratMu
Engkaulah harapanku, kebahagiaan dan kesenanganku
Hatiku telah enggan mencintai selain dari Engkau 

Hatiku tenteram dan damai jika aku diam sendiri
Ketika Kekasih bersamaku
CintaNya padaku tak pernah terbagi
Dan dengan benda yang fana selalu mengujiku
Bila dapat kurenungi keindahanNya
Dia akan menjadi mihrabku
Dan rahsiaNya menjadi kiblatku
Bila aku mati kerana cinta, sebelum terpuaskan
Akan terseksa dan lukalah aku di dunia ini

Oh, penawar jiwaku
Hatiku adalah santapan yang tersaji bagi mahuMu
Barulah jiwaku pulih jika telah bersatu dengan Mu
Oh, sukacita dan nyawaku, semoga kekallah
Jiwaku, Kaulah sumber hidupku
Dan dariMu jua berahiku berasal
Dari semua benda fana di dunia ini
Dariku telah tercerah
Hasratku adalah bersatu denganMu
Melabuhkan rindu 

Sendiri daku bersama Cintaku
Waktu rahsia yang lebih lembut dari udara petang
Lintas dan penglihatan batin
Melimpahkan kurnia atas doaku
Memahkotaiku, hingga hilanglah yang lain, sirna
Antara takjub atas keindahan dan keagunganNya
Dalam semerbak tiada tara
Aku berdiri dalam asyik-masyuk yang bisu
Ku saksikan yang datang dan pergi dalam kalbu
Lihat, dalam wajahNya
Tercampur segenap pesona dan kurnia
Seluruh keindahan menyatu
Dalam wajahNya yang sempurna
Lihat Dia, yang akan berkata
“Tiada Tuhan selain Dia, dan Dialah Yang maha Mulia.”

Rasa riangku, rinduku, lindunganku,
Teman, penolong dan tujuanku,
Kaulah karibku, dan rindu padaMu
Meneguhkan daku
Apa bukan padaMu aku ini merindu
Oh, nyawa dan sahabatku
Aku remuk di rongga bumi ini
Telah banyak karunia Kau berikan
Telah banyak..
Namun tak ku butuh pahala
Pemberian ataupun pertolongan
CintaMu semata meliput
Rindu dan bahagiaku
Ia mengalir di mata kalbuku yang dahaga
Adapun di sisiMu aku telah tiada
Kau biarkan dada kerontang ini meluas hijau
Kau adalah rasa riangku
Kau tegak dalam diriku
Jika aku telah memenuhiMu
Oh, rindu hatiku, aku pun bahagia.

Tuesday, September 11, 2012

ada cemburu buatmu kawan...!



kita bukan seteru
mengapa harus cemburu

kita juga bukanlah teman sejati
maka layaklah untuk aku mendengki

memang harus untuk aku cemburu
memang layak untuk aku mendengki

hilangmu ada jejak
pergimu ada sebak
sesungguhnya kebaikan mengakhiri kehidupanmu
lalu kau bertemu TUHAN dengan nama yang dilonjak-lonjak

aku tahu kawan,
dalam tempoh sehari dua,
atau sebulan dua,
namamu, gambarmu akan sentiasa menyentak kenangan,
tapi bila masuk bulan ke lima, ke enam dan seterusnya,
boleh jadi kau kan mulai dilupai

tapi kawan,
aku tetap akan terus mencemburui
aku tetap kan terus mendengki
supaya nanti, aku juga bisa pergi dengan kebaikan
supaya nanti, aku juga mampu meninggalkan jejak dan kesan untuk dijadikan kenangan dan peringatan yang terindah buat mereka yang tinggal

kau tahu kawan,
pergimu terlalu awal
hilangmu terus dinafikan
ramai teman yang masih merasa kau sentiasa ada di sisi
tapi bidadari-bidadari syurga terlampau merinduimu
maka kau dijemput lebih awal dari aku dan kami di sini
dan kau bertemu dengan KEKASIH TERAGUNG lebih awal dari kami..!!
Malah telah kau tinggalkan segala kebobrokan dunia yang bisa saja menghancurkan ummah saat ini,
maka kami yang tinggal, harus perlu untuk terus kuat mengharungi segala macam tipu daya itu..

maka itu yang membuat aku merasa cemburu dan mendengki..!
tidak salahkan kawan...??

aku, dan yang lain yang masih tinggal
seakan masih jauh perjalanan
meski hakikatnya, kematian itu sentiasa ada di tepi jalan
cuma saat dan waktu untuk ia semakin datang, lansung tidak dapat ku jangkakan.

Hakikatnya, hidup ini teramat singkat
dan tidak seharusnya aku mengatakan nafasku masih jauh dan panjang
bukankah saidina Ali ada r.a ada berpesan,
"berkerjalah kamu,seakan kamu akan hidup 1000 tahun lagi, dan beribadahlah kamu seakan kamu akan mati keesokan hari.."

bagaimana tinggi pun rasa cemburu dan dengkiku pada mu,
aku harus terus melangkah menempuh hidup yang masih tersisa buatku
kerana memburu cita ingin bertemu KEKASIH TERAGUNG dengan sebaik-baik pengakhiran, bukanlah episod mudah untuk ku lakarkan...

~ moga syurga itu kan menjadi tempat yang paling sesuai untukmu ~

Salam kenangan dari aku
di dunia nan fana'...


-عيش عزيزا أو مت شهيدا-

Sesungguhnya kematian itu adalah sebaik-baik peringatan buat insan yang bijaksana.

Friday, August 31, 2012

warnailah hidupmu~



Yang pernah terlelah
Itu aku
Yang pernah terebah
Pun jua itu aku
Tapi mengapa bercerita tentang kisah lara semata?
Bukankah hidup ini bisa indah dengan suka duka?
Lalu mengapa tidak dihadirkan bahagia yang pernah mewarnai kisah hidup itu?

Hidup kita adalah bagaimana kita melihatnya

Andai yang di fikiran adalah sebuah kejatuhan

Atau langkah yang tersungkur dan sukar untuk dibangun kembali,

Maka itu yang akan didapati dalam kehidupan!

Maka lihatlah hidupmu dengan warna warni ceria
Bahagiakan hatimu dengan kisah-kisah manis dan pahit
Pandanglah tiap suatu yang berlaku itu dari sisi yang berbeda..
Percayalah,
Kelak hidupmu
Tak mudah kelam dek pemikiran yang sering tertewas dengan emosi dan rasa!


250712-imtiyazi

Thursday, August 30, 2012

di jalan itu~



simpan saja kepok-kepok duka itu
meski kesannya masih ada

lantas mengapa tidak dibasuhi saja dengan air mata taubat yang telah lama mengering
dek dosa yang bertompok-tompok banyaknya
comot.

atau hanya mahu dibiar saja tompok-tompok duka dibiar berkepok-kepok..??

aduhai diri, 
terasa malu untuk mengaku diri sebagai pejuang agama Tuhan!

Tuesday, August 28, 2012

arti sebuah pandangan~

mengapa ditenung lama mata kuning itu?
percayalah,ia sukar sekali bertukar warna...

Mengapa ditenung lama pada sepasang anak kecil yang sedang menangis hiba?
Percayalah, ia cuma gambar sebagai tatapan..

Mengapa ditenung lama pada kusut wajah yang penuh dengan tanda tanya?
Percayalah, persoalan itu kau sendiri tiada jawapannya.

Maka harus bagaimana.....??
Lantas tenungan itu tidak bermakna
jika ia gagal merobah apa-apa

yang kecil,
yang remaja,
yang dewasa,
atau yang tua

terus menjadi yatim,
atau setidaknya,terus dihantar ke syurga
dengan bedilan peluru dan bom si durjana
atau sekurangnya, hilang kaki,tangan, bahkan kepala...

Nisan pun nggak bisa dicacakkan,
apatah lagi kayu tanda buat mereka si pejuang agama..

Lantas mati dikafani darah merah harum berbaur syurga

Dan kita di sini,
cuma mampu menatap potret-potret duka
cuma mampu merenung lama pada wajah-wajah derita

Tapi percayalah,
jika yang memenuhi ruang sukma dengan tenungan itu cuma rasa kosong,
segalanya tidak kan pernah mampu mengubah apa-apa,...
melainkan ada doa yang kita tembakkan buat mereka.

Maka berdoalah pada Tuhan demi kesejahteraan mereka dan kita!

Saturday, July 28, 2012

Oh my Ramadhan!



Panas!
Allah...panas...

Bagai tiada ruang untuk berlindung.
Itu sahaja jalan yang biasa dilalui.
Lebih jimat.

Nak selesa? Bayar lebih sketla brader..
Naik teksi hari-hari sampai depan kelas.
Adoyai, tak mencabar lansung.

Dah tu,bakpe nak mengeluh lagi?
Tau dak kat padang mahsyar nanti, lagi banyak peluh yang akan membanjiri dan silap bulan boleh terbakar gamaknya dek suhu matahari yang cuma sejengkal dari kepala!

Tersedar kejap.



Tapi, kan bulan Ramadhan dah dekat..
macam mana nak puasa macam ni..mampu ke?
Dengan jalan kat mansurah ni yang jammed hari-hari.
Terperuk dalam van yang padat dengan penumpang.
Berkongsi bahang dan bau peluh yang bisa buat insan yang kekurangan air dalam badan,pitam di tengah keramaian!

Waduh2, tak tergambar rasanya.
Ini Ramadhan pertama saya di perantauan.

Kan haritu member-member ada pesan, Mesir tu lagi panas dari jordan.
Ape kejadahnya habiskan cuti musim panas kat sana..??

Saya tersengih je.
Saya datang mesir ni semata-mata untuk jalan-jalan je ke?
Aduhai...sangat rugilah saya jika itu niat utama saya ke Mesir ni.

 “Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam ujian) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” 
– Surah AlBaqarah : Ayat 214

Alhamdulillah..
Anda tahu sekarang ni dah berapa ramadhan?
Ya, dah masuk ramadhan yang kesembilan.
Tinggal sehari sahaja lagi sebelum masuk fasa kedua bulan ramadhan.

Panas?
Terik?
Bahang?

Ya,benar.
Dari jam 10pagi sehingga 3petang, adalah waktu-waktu kemuncak matahari bersiar-siar di awanan.

Tapi,Alhamdulillah, Allah hantarkan angin sepoi-sepoi lughah sebagai penghawa dingin di tengah-tengah kepanasan itu.

“Barang siapa mendirikan puasa Ramadan dengan penuh keimanan dan kebaikan, maka akan diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari – Muslim)


Biarkan kepanasan itu menerjah,
Biarkan bahang itu menyengat,
lalu yang terhasil adalah keringat-keringat yang sangat meletihkan..

Usah berkeluh kesah,
Usah mendesah resah,
Kuda-kuda di medan badar terus gagah berlari,
Mujahid-mujahid badar terus gagah beraksi...

Sedang dalam kepanasan itu,
Ramadhan menjadi tamu...
Sedang dalam kebahangan itu,
Seteru datang mengganggu..

Maka,
usah lagi ada keluh penat dek panas yang memayungi bumi..
Usah lagi ada desah-desah gelisah dek penat yang membaluti diri..

Tuhan hantarkah kita ke bumi bukan untuk menjadi si lemah,
tapi sebagai khalifah!

Fikir dan lihatlah dengan iman dan basirah..!

Tuesday, June 12, 2012

Menjarah ta'dil ikhlas~


Berbelas-belas warkah dikirim tak berbalas
Cinta mulai lesu
Rindu pun hampir usai pergi
Yang terus bertamu
Cuma sekeping resah
bersoal dalam hati
Kasih yang terhulur belum cukup telus untuk berbungakah..??

Kitab yang baru bertukar pemilik itu dijamah sehelai demi sehelai.
Mengapa tajuk itu yang mendahului?
Soalan itu hanya terbuku di sudut hati kecil.
Telah bersabda Rasulullah s.a.w: Ketakutan yang paling aku takuti ke atas kamu, adalah syirik kecil.
Maka para sahabat bertanya kembali: Apakah syirik kecil itu wahai Rasulullah?
Jawab baginda s.a.w: Ia adalah Riya’. (sahih-ahmad)

 "Sesungguhnya orang-orang munafik itu melakukan tipu- daya (terhadap agama) Allah (dengan perbuatan pura- pura beriman sedang mereka kafir pada batinnya), dan Allah pula tetap membalas tipu daya mereka (dengan membiarkan mereka dalam keadaan munafik). Mereka pula apabila berdiri hendak sembahyang, mereka berdiri dengan malas. Mereka (hanya bertujuan) riak (memper- lihatkan sembahyangnya) kepada manusia (supaya di- sangka bahawa mereka orang yang beriman), dan mereka pula tidak mengingati Allah (dengan mengerjakan sembahyang) melainkan sedikit sekali (jarang-jarang)."
 -QS 4:142-

Yang ditemui masih perkara di sekitarnya.
Lalu kitab jiran bilik sebelah yang baru dipinjam diselak pula.
Bab yang pertama dan tajuk yang sama.
Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin sakhr r.a berkata, Rasulullah s.a.w telah bersabda: Sesungguhnya Allah tidak melihat pada tubuh badan kamu,tidak juga melihat pada gambaran kamu, tetapi DIA melihat pada hati kamu. (sahih muslim)

"Pada hal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ibadat kepadaNya, lagi tetap teguh di atas tauhid; dan supaya mereka mendirikan sembahyang serta memberi zakat. Dan yang demikian itulah agama yang benar."
QS 98:5

Haisy..
Seperti ada sesuatu yang DIA ingin sampaikan pada diri yang semakin melesu ini.
Bukankah ini yang saya pinta sejak kali ketiga buku ‘Penawar Bagi Hati’ saya intai dari kulit ke kulit?
Ya,kata bijak pandai, putus asa di tengah jalan, adalah disebabkan kesilapan di titik permulaan.
Maka titik permulaan anda di mana..? =.=’
Kan kelakar bila bertanya tentang sesuatu yang dah diketahu jawapannya.
Eh,saya Tanya ni untuk menghitung diri tau.Bukan saje-saje.
Nak hitung apa kejadahnya…Awak tu memang ada satu je dalam dunia ni. Rasanya sejak lahir tak pernah ada kembar..
~_~…. Ek?
Kalu gitu,berapa biji dah dosa yang awak buat kalau benar ia boleh dihitung?
Eh,sebab tak mampu dihitungla perlu selalu dihitung. Agar dosa-dosa tu tak bertambah dan tak berulang-ulang. Got it?
Mengapa Tuhan campakkan resah ini?
Mengapa Tuhan baluti hari dengan gelisah dan gundah? Hingga mahu berpaling darinya pun tak terdaya…
Ya,buat muhasabah diri. Buat menghitung diri dan hari-hari yang dah dilalui.

حاسبو قبل ان تحاسبو
Hitunglah diri kamu sebelum diri kamu dihitung (di akhirat).
Apakah yang dilakukan selama ini benar-benar ikhlas lillahhi ta’ala.
Suci dari kerana selain DIA. Benarkah?
Jika mahu berbicara tentang gerak kerja Islam, belajar, berpersatuan dan sebagainya, benarkah semua itu kita laku benar-benar suci semata-mata kerana DIA?
Jika benar perjuangan itu rela dan redha keranaNya, mengapa cepat benar terasa penatnya?
Mengapa cepat benar terleka?
Jika benar belajar itu suci kerana DIA, mengapa apa yang dipelajari tak mampu tersemat di dada? Mengapa apa yang dipelajari tak mampu dipraktikkan hari-hari?
Mengapa yang difahami sekadar terkepung dalam hati?
Jika benar gerak kerja selama ini, amal harian selama ini tulus dan telus kerana DIA, mengapa mudah berputus asa?
Mengapa mudah menghitung resah?Mengapa mudah disapa gelisah?
Mahu kata diri benar ikhlas lillahhi ta’ala?
^_^
Mungkin muqaddimah tu ikhlas masih tulus, tapi bila hampir berada di pertengahan diuji dengan perasaan.
Malas, takut, bimbang dan pelbagai dugaan yang mendatang dan membuat kita seolah mencipta 1001 alasan untuk tidak istiqamah. Kan?
Maka mengapa bertangguh lagi, tajdid dan taslih kembali niat kita. Rawat hati yang terlompong-lompong dengan dosa dan noda.
Muhasabah diri:
1.       Adakah ikhlas ni bermula sejak langkah pertama diatur tetapi diuji sewaktu di pertengahan jalan.??
2.       Atau,ikhlas ini memang tidak pernah tulus dan telus semata-mata kerana DIA sejak dari langkah yang pertama. Cuma dilaku kerana semangat @ pujian dari orang lain…
Yang manakah benar..??

TUHAN, munafiq itu bukan pilihanku,
Munafiq itu bukan kepinginku,
Namun acapkali aku bimbang,
Acapkali aku gusar,
Saat diuji dengan kepayahan,
Ikhlas itu menghilang…
TUHAN,
Hati ini milikMu, Langkah ini jua milikMu.
ENGKAU lebih berkuasa ke atas kedua-duanya,malah segala-galanya…
maka pandulah ia sehingga saat ke akhirnya,
Dan moga ada ruang untuk aku berteduh di bawah kasih sayangMu hingga ke syurga sana.

Monday, June 4, 2012

Musafir ke Mansourah~


 "And when the prayer has been concluded, disperse within the land and seek from the bounty of Allah , and remember Allah often that you may succeed. (QS 62:10)"

Jam 5pagi, kami selamat berlabuh di pelabuhan Nuweiba', Mesir setelah hampir empat jam perjalanan di dalam kapal.
Tiada apa yang menarik untuk dikongsi.Cukup kesabaran menjadi saksi.

Setelah melalui pelbagai karenah dan birokrasi, akhirnya bas yang akan menghantar kami ke Abbasiyyah bergerak jua pada jam 10pagi. Makcik arab yang duduk di sebelah saya sewaktu menunggu di perhentian bas tadi,turut menaiki bas bersama saya. Mahu ke Al-mazoh katanya. Stesyen terakhir yang akan dilalui.

"Bas ni tak lalu abbasiyyah nak,"itu je yang saya dapat tangkap kerana butir bicaranya kurang jelas.

"Bas ni tak lalu abbasiyah," bisik saya pada aisyah teman musafir saya sambil melihat pada tiket bas di tangan.

"tapi us cakap lalu. Kan pakcik jual tiket tu cakap lalu abbasiyyah tadi,"aisyah membuat kesimpulan.
Atas dasar thiqah dan yakin pada murakkib @ musyrif , saya hanya mampu mengangguk kepala.

Merentasi dataran padang pasir hampir enam jam buat kami tidak senang duduk. Cukup tujuh jam perjalanan, akhirnya kami tiba di Almazoh pada jam 6 petang.

Almazoh? Bukan ke katanya ke abbasiyyah? Saya yang sedang pening-pening lalat menoleh ke arah mursyid sambil menjungkitkan sebelah kening.

Erm,biasalah tu.Bukan tak pernah kena macam ni. Saja dia nak suruh kita naik bas dia dan kata bas ni akan lalu tempat yang kita nak berhenti. Padah kalau percaya tanpa betul-betul akid,cenggitu le jadinya.

Setelah mendapat panggilan dari abang yang menuntut di shoubra, kami menaiki teksi menuju ke Ramsis. LE25 diterima oleh pemandu teksi dengan senang hati.

Hampir 40minit menanti abang tunggal tiba di kawasan Ramsis untuk membawa kami ke destinasi yang seterusnya. Mansourah.

Berpisah dengan musyrif setelah meneguk segelas 'asir qosob (air tebu) buat penyejuk badan. Kami berjalan ke perhentian bas untuk ke mansourah. Murokib yang akan bermalam di shoubra hilang dalam keramaian.

Moga Allah merahmati anda wahai murokkib yang berbaik hati menemani perjalanan kami dari mu'tah jordan sehingga tiba di Kaherah, Mesir ini. Jazakallahhu khairal jaza'.

Bas bergerak setelah 15minit kami mengambil tempat duduk di dalam bas. Hanya sejam yang pertama saya dan abang bertukar-tukar dan berkongsi pendapat dan pengalaman setelah hampir dua tahun tidak bertemu mata. Kepala yang semakin memberat buat mood untuk berbicara hilang. Akhirnya terlelap hampir dua jam sebelum tiba di mansourah pada jam 11 malam.

Tepat jam 12malam, saya dan aisyah selamat tiba di rumah seorang sahabat (ex-rumet kt DQ) di salam, Syari' Isa, Mansourah, Mesir.

Mengapa kami bersusah payah memilih jalan laut untuk sampai ke sini?

-)kos kapal laut lebih murah berbanding flight

Mengapa kami tidak mengambil fasal soifi pada semester ini?

1) nak cari kursus bahasa Arab kat sini. Dah lama kot tak muraja'ah bab nahu sorof.
2)nak cari masyaikh untuk talaqqi kitab-kitab.
3) actually nak talaqqi quran secara bersanad. tapi masa yang ada cuma dua bulan.Doakan yang terbaik buat kami.
4) menjejaki sungai nil dan lain-lain tempat yang bersejarah. Moga ada manfaat untuk kami di situ.

Itu tujuan utama kami sampai di sini. Yang lain tu cuma sampingan je.

'Ala kullihal,moga musafir ini dinaungi redhaNya. Moga Allah permudahkan urusan kami dalam memburu cinta dan ilmu miliknya!

"Katakanlah: ""Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan
sebanyak itu (pula)
""."

(Surah Al-Kahfi: ayat 109)


Sunday, May 27, 2012

Bila kecelaruan identiti menghantui..

"Sedari, ada satu paper lagi berbaki, mengapa masih mempunyai ruang di sini..?"

Ha,kan dah tegur.
Eh,biasa jela. Saya suka ditegur oleh jiwa saya sebegitu.

Sesekali saya menghadap blog yang kelihatan sedikit bersawang tidak mengapa kan..? ^_^

Sengaja saya cuba memaksa diri untuk menulis meskipun masa sangat mencemburui saya..!

Sejak lebih kurang dua minggu lalu, isu irsyad manji menjadi post-post utama di wall rakan-rakan saya di FB. Sebagai seorang pelajar yang sedang berada dalam fatrah* peperiksaan, saya hanya mampu mengintai irsyad manji di celahan masa yang ada.

Dengan maklumat yang sedikit saya perolehi,saya melihat kehadiran irsyad manji ke tanah air terchenta sebagai suatu perkara yang merunsingkan. Dengan keadaan Malaysia yang semakin hari, semakin haru, buat saya bertambah bimbang.

Namun,setelah hari-hari yang berlalu Allah mengizinkan saya untuk melihat irsyad manji dari sudut yang lebih luas.

Islam itu tidak sempit bukan?  ^^,

Bagaimana kita ingin mengenali  dan  bagaimana kita dapat menghayati kehidupan yang mematangkan seseorang individu tersebut?

Pasti dengan salah satu caranya,kita membaca sejarah hidup seseorang dan cuba berjalan masuk ke dalam sejarah itu.

Saya belum mula membaca koleksi penulisan irsyad manji yang baru saya perolehi. Sebaik usai peperiksaan untuk subjek terakhir saya bagi sem ini, saya akan memulakan pembacaan dan pengkajian berkaitan dengan pemikiran beliau, bi iznillah.

Mungkin irsyad manji mengenali ISLAM dari sudut yang muslim kebiasaan tidak nampak. Mengapa? Sebab cara kita membesar dan dididik dengan ISLAM kebiasaannya berbeza.

Ok,tidak mengapa. Saya perlu meneruskan perjuangan saya untuk satu lagi subjek yang berbaki pada esok hari.

Cuma persoalan yang sedang berlegar-legar di minda asing saya selaku seorang muslim yang lahir di MALAYSIA ialah,

"Maka, apakah pula motif himpunan sejuta belia 2012 yang diadakan di Putrajaya sejak 25MEI lalu.?"

Maaf tuan puan, saya tidak nampak kepentingan Himpunan Belia ini kepada golongan belia jika yang memenuhi ruang tentatif Himpunan Belia itu 80 peratus daripadanya adalah hiburan semata-mata.

Ah, hatta, meski cuma 30 atau 20 peratus hiburan sahaja yang memenufi tentatif himpunan ini sekalipun, tetap saya kisah jika hiburan yang dimasukkan adalah hiburan yang lansung tidak sesuai dengan imej "negara islam" dan program yang dihadiri oleh majoriti belia yang bergama ISLAM.

Tolonglah. Bersihkan minda rakyat dari penjajahan kuffar.
Mereka menguasai minda kita dan kita terus dikuasai.

Mengapa tidak diBERSIHkan program-program seperti ini?
Dan mengapa pula ingin terhegah-hegeh memBERSIHkan program yang telah sedia BERSIH?

Mohon sangat-sangat pada pihak yang berkenaan terutamanya Pihak Kerajaan Malaysia yang katanya memiliki kuasa MUTLAK untuk membersihkan program-program seperti Himpunan Belia 2012 ini dari anasir-anasir negatif yang merosakkan akhlak rakyat malaysia sendiri.

Tolonglah. Saya sayangkan tanah air saya. Cukuplah sejarah bercerita tentang tanah melayu yang hampir dijual pada Barat suatu ketika dahulu.

Mengapa harus diulangi sejarah lama yang memeritkan dengan menjual minda rakyat dengan anasir-anasir negatif yang akhirnya kan meruntuhkan agama dan akhlak rakyat itu sendiri..??

* Meskipun subjek Sejarah banyak menipu pelajar-pelajarnya kerana fakta yang direka-reka, tetapi sejarah yang sebenar itu harus diambil sebagai iktibar dan pedoman buat Kerajaan dan masyarakat Malaysia pada hari ini.

p/s: Ayuh BERSIHkan Malaysia dari penjajahan minda yang merosakkan akhlak dan agama..!!


Wednesday, May 16, 2012

Guru atau pendidik..??



 
"Ata' Ullah puasa hari ni..?" Ata' Ullah sekadar menjawab dengan anggukan apabila ditanya ummi dengan soalan sedemikian.
----------------------

"Andak tak puasa..? Kan hari isnin dan khamis sunat puasa..??" pernah ditegur oleh adik yang masih berusia bawah 12 tahun.
---------------------
"Andak ni sabarlah sket. Tak nampak ke amilah tengah buat apa ni..?"
----------------------
Andak ni bisinglah,orang nak mengaji..,"selamba Amru yang baru berusia 7 tahun itu menegur.
---------------------
"Bukan ke lagi banyak pahala kalau kita solat berjemaah kat surau..?" santai seorang teman mengajak saya ke surau apabila melihat saya rajin solat berseorangan di bili. Almaklumlah,saya bukan budak usrah.
---------------------
" 'Abid, bangun, nak puasa tak..? Kalau nak niat puasa ganti,kena bangun sekarang,".
--------------------
" Dah lama tak qiyam sama2 kan. Jom esok kita buat ihya' ullail.." seorang teman mengajak saya yang sedang leka menghadap buku-buku tebal saat itu.
--------------------
" Dah lama kita tak buat muhasabahkan. Sepatutnya ukhuwah yang dah lama terjalin ni,kena selalu dimuhasabah.." satu mesej telah dihantar kepada saya dan teman-teman yang lain.
---------------------
" Andak,minum duduk la.." aiseymen budak kecik ni,orang nak cepatla.
--------------------
" andak ni,asyik nangis je. Andak kan dah besar. Amilah pun dah tak nangis macam andak," rilek je saya ditegur oleh adik kecil yang tak berapa faham tentang kehidupan.
-----------------------------------
Apa pun yang ditegur,siapa pun yang menegur, itu adalah wasilah dari Allah untuk kita memperbaiki diri.


Percayalah, yang menegur, yang memberi nasihat itu sebenarnya sedang memimpin kita untuk menjadi lebih baik.

Guru saya bukan cuma di sekolah rendah atau menengah. Bukan jua hanya di Kampus lama, atau di kampus baru. Tapi guru-guru saya, adalah orang-orang yang pernah memberi tunjuk ajar pada saya sepanjang kehidupan ini. Yang selalu mengingatkan saya saat saya tersilap dan tersalah.



Selamat Hari Guru buat semua yang sudi mendidik dan memberi tunjuk ajar pada saya sepanjang usia yang semakin dimamah tua ini.



Guru bukanlah semata-mata yang mengajar kita di dalam kelas, bukan juga yang semata-mata mengharap wang sebagai balas.


Tapi hakikatnya seorang guru itu, perlu mendidik luar dan dalam pelajar-pelajarnya.
Bukan semata menyuap a,b,c atau alif, ba, dan ta'.

Ajar dan didiklah insan mengenal agama dan TUhan, semoga ada hati-hati yang terdidik dan terajar.


عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « المؤمن يألف ويؤلف ، ولا خير فيمن لا يألف ، ولا يؤلف، وخير الناس أنفعهم للناس »
Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni) 


p/s:bukan subjek pendidikan Islam sahaja yang mengajar erti ketuhanan, malah sains, matematik, geografi pun mampu untuk memberi kefahaman tentang itu.

Yang penting,ikhlas dalam menyampaikan supaya tidak ada ilmu yang palsu yang disampaikan. Supaya tidak ada pelajar yang merasa tertipu dengan sekolah kehidupan.

Selamat Hari Guru buat semua pendidik rohani dan mental..!!

JAzakumullahhu khairal jaza'.

Monday, May 7, 2012

Mahu Segagah NABI dan setabah UMMI...!!


Belajar erti sebuah ketabahan dari sebuah kerinduan yang adakalanya menyeksakan.

Bukankah rindu itu bisa buat kita bahagia..??
Lalu mengapa merasa terseksa saat rindu itu menerjah hati dan fikiran,
dan menjadikan hati sangat...
sangat....
sangat....!!!!!
RINDU..pada ummi.. =,='
Sangat RINDu..!! Hasbiyallahhu wani'mal wakil..

Bagaimana mahu jadi setabah ummi..??
Siapa kata sebagai seorang anak saya tidak pernah melihat ummi merasa down dengan taklifat2 nya..?
Ummi adalah seorang isteri.
Ummi adalah seorang ibu kepada 12orang anak.
Ummi adalah seorang suri rumah sepenuh masa.
Ummi adalah seorang guru Alquran.
Dan lain-lain lagi.

Banyakkan taklifat ummi.
Meski dengan kesakitan yang ummi alami, ummi masih kelihatan gagah meneruskan perjuangan dalam menggalas amanah yang telah ditaklifkan oleh Allah kepada ummi.

Siapa kata saya tak pernah tengok ummi menitiskan air mata..?
Siapa kata saya tak pernah dengar ummi meluah rasa..??

Agak-agak,pernah tak ummi minta untuk kembalikan taklifat tu..?
Agak-agak pernah tak ummi mohon untuk meletakkan jawatan sebagai isteri, ibu, dan yang lain-lain..?
Jika pernah sekali pun,mungkin saat itu ummi diuji.
Tapi hingga kini,ummi masih tabah menjalankan tanggungjawab dan amanah yang tergalas.

Sebagai salah seorang anaknya,pasti saya pernah melihat dan merasai apa yang ummi cuba sampaikan pada kami.

Ummi bukan orang senang.
Ummi kehilangan mak (nenek saya),sewaktu berusia enam tahun.

Ummi membesar dengan mak tiri (nenek tiri saya), abang dan kakak-kakak yang telah berkahwin.
Dalam usia enam tahun apa yang ummi tahu..?? Ummi benar-benar kekurangan kasih sayang saat itu..

Selama 28tahun ummi menjadi ibu, dan selama 22 tahun ummi membesarkan saya,tiada apa yang saya boleh pertikaikan kehidupan seorang ummi dalam hidup saya.

Mengapa ummi tersangat tabah..?
Bukan ummi tak pernah merasa lemah,
bukan ummi hari2 merasa gagah,
Tapi kenapa ummi sangat tabah..??

Bagaimana saya dapat menghirup semangat ketabahan hidup seorang ummi..??

Dalam kelelahan ini, Allah hantarkan pada saya perasaan rindu pada ummi.
Rindu pada gurau senda ummi.
Rindu pada perlian-perlian ummi.
Rindu pada teguran dan nasihat dari ummi.

Ya Allah,saya mahu tabah macam ummi..
malah saya mahu lebih tabah dari ummi.

Mengapa saya terlalu mudah merasa lemah dengan taklifat-taklifat yang semakin hari semakin bertambah..??

Iman saya compang-campingkan ummi...........................

Masih terngiang-ngiang di kotak ingatan,
"Abidah,bangun kejap,solat dua rakaat. Waktu-waktu macam nilah, suara kita sangat dekat untuk didengari. Bangun-bangun."
Tenang ummi mengejutkan saya bangun untuk bertahajjud.

"Rajin-rajinlah puasa sunat tu,".

"Banyak2kan solat hajat, Allah tu Maha Mendengar,"

"Hari-hari bangun qiyam,"

"kena banyak muhasabah diri.."

"banyak-banyak mengadu pada Allah..."

dan banyaaaaaaaaaaaaaaakkkk lagi respon ummi saat saya cuba meluah perasaan pada beliau sewaktu di kampus lama dahulu.

Mengapa merasa lemah wahai diri..!!
Sila bangkit sekarang..!

Usah mendongak terlalu tinggi sehingga merasa diri terlalu rendah dan tidak bererti.
Tapi mendongaklah sekadarnya sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik.

Tolonglah..
Masa semakin singkat.
Mengapa masih ada masa untuk meratap tentang kebodohan dan ketempangan diri..??

Astaghfirullahhal 'azim.

"Ummi,tengok anak ummi ni,perangai pelik sungguh 2-3minggu ni.."

Allah, sampaikan rinduku pada ummi, abah dan ahli keluarga yang lain.

Moga saya juga bisa menjadi setabah ummi dan lebih tabah dari ummi!
Allahhumma ameen.


p/s:  Tolong hantarkan doa untuk saya,agar saya juga setabah Nabi terchenta..!!


Saturday, April 21, 2012

syair arab: Pelita kehidupan

نور حياتك بالهدى         واسلك طريق التائبين  
Sinarilah kehidupanmu dengan petunjuk dan titilah jalan orang-orang yang bertaubat

واعمر فؤادك بالتقى     فالعمر محدود السنين
Penuhilah hatimu dengan ketaqwaan, lantaran usia itu hanya terbatas beberapa tahun

وأرضِ الاله بطاعة          تسعدك في دنيا ودين
Gapailah ridha Allah dengan ketaatan, niscaya akan mensejahterakan dunia dan agamamu

واحمل بصدرك مصحفاً     يشرح فؤادك كل حين
Bawalah mushaf al-qur’an di dadamu, sehingga hatimu menjadi lapang pada setiap saat

ودع الغواية إنها                   لشقاء كل الغافلين
Dan tinggalkanlah suatu yang dapat menyesatkan, sebabitu adalah benar-benar kesengsaraan bagi orang-orang yang lalai

الدين مشكاة الحياة              يضئ درب الحائرين
Agama merupakan pelita kehidupan yang menerangi jalan orang-orang yang kebingungan
 
عد للكريم بتوبة                 واركب جناح العائدين
Pulanglah membawa taubat menuju Yang Maha Dermawan dan naiklah ke atas sayap orang-orang yang kembali


تلقى السعادة كلها               فلنعم درب الصالحين
Kamu akan menemui kebahagiaan seluruhnya, maka sungguh betapa indah jalan yang ditempuh orang-orang shalih

Sunday, April 15, 2012

sebelum kita terlewat~

Hari demi hari,
dan bulan terus berlari...
Detik dan masa seolah tidak lagi mahu berpaling..
jijik mereka melihatku.
noda-noda yang terpalit pd wajah comot ni,
kelihatan kotor sekali..!!

Hingga waktu pun tak ada yang sudi memberiku peluang..


Takut..

(A)ku hilang keyakinan
(R)asa lemah menguasai
(B)ukan kerna kurangnya makan minum atau hiburan
(I)man yang seakan merajuk menyepi
(Y)ang diingini cuma suatu pengisian
(Y)ang tertunda dan trus tertunda
(A)khirnya yang berbuah
(H)anya sebuah kecundang dalam menempuh hidup yang serba panjang~

TARBIYYAH itu terus mendengkam

aku ditendang-tendang
aku disepak terajang

Sampai bila harus begini..??

saat iman menggoncang2 hati pinta diisi
saat ukhuwah menangis sepi mahu dikasihani,
yang ku mampu hanya menjadi pemerhati.

kerna bimbang langkahku tempang

kerna gusar laku ku sumbang
ku pilih untuk mula berdiam
meski hati sering berharap TARBIYYAH yang melingkari diri
mampu merubah diri
untuk menjadi lebih GAGAH...!!!
Kelmarin,semalam dan hari ini,
harapannya masih tetap sama
mahu yang pernah disatu terus menyatu
mahu yang pernah ditemu terus bertemu
walau putus asa hampir menghentikan segala-galanya........
 Teman,
jika ingin kembali,
aku masih di sini,
Masih sedia mencantum segala yang terlerai,
cuma pesanku
usah terlalu lewat,
kerna bimbangku,
kalian hadir saat usai nafasku terpisah dari jasad untuk selamanya.

mohon maaf salah silap..
moga dosaku pada kalian,
tidak menjadi hijab saat aku pulang menghadapNya.
~Redhakah diri pada susah senang yang DIA hadiahkan pada diri demi membentuk jiwa seorang insani..??~